Lubuk Linggau – Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan menyiapkan lima unit alat semprot pemadam bertenaga mesin dua tak.
Kesiapan sarana tersebut diperkuat dengan pelatihan teknis pengoperasian yang digelar pada Senin siang (7/9/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan personel memahami cara penggunaan, perawatan hingga prosedur penanganan darurat secara tepat dan aman.
Persiapan tersebut dikonfirmasi Kapolres Lubuk Linggau AKBP Catur Erwin Setiawan melalui Kabag Ops Kompol Robi Sugara. Dalam kegiatan itu, Kabag Ops didampingi Kabag Logistik serta para Kapolsek jajaran.
Kompol Robi Sugara menjelaskan, penyediaan alat semprot mesin dua tak merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem penanggulangan karhutla, terutama di wilayah yang memiliki medan sulit.
“Alat semprot bertenaga mesin dua tak ini memiliki keunggulan utama berupa ukuran ringan, mudah dibawa, dan mampu menjangkau lokasi-lokasi terpencil maupun sempit yang sulit dijangkau mobil pemadam konvensional. Alat ini menjadi solusi tepat untuk memadamkan titik api sejak awal sebelum meluas menjadi kebakaran besar,” ujar Kompol Robi Sugara.
Pelatihan personel mencakup pemeriksaan kondisi alat, penyiapan bahan bakar dan campuran, teknik pengoperasian, hingga metode penyemprotan air untuk memperoleh tekanan dan jangkauan yang maksimal.
Personel juga diberikan pemahaman mengenai batas kemampuan peralatan, prosedur keselamatan kerja serta pemeliharaan rutin. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh unit selalu berada dalam kondisi siap digunakan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Keberadaan lima unit alat semprot tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla secara berlapis. Kendaraan pemadam berukuran besar dapat difokuskan menangani titik api di jalan utama maupun area terbuka, sementara alat semprot mesin dua tak dapat dibawa oleh tim kecil menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.
Kapolres Lubuk Linggau menegaskan bahwa kesiapan sarana dan kemampuan personel menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi karhutla.
Sinergi antara peralatan yang memadai, personel yang terlatih dan kesadaran masyarakat diharapkan mampu mencegah kebakaran sejak dini sekaligus menekan dampak terhadap lingkungan, perekonomian dan kesehatan masyarakat.
Polres Lubuk Linggau juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, khususnya selama musim kemarau. Pencegahan dari masyarakat menjadi langkah penting agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.







